Semesta Kata – Entah apa hanya saya saja, atau yang lain juga merasakannya. Tapi saya kok melihat ada persamaan antara agama, politik dan marketing.
Persamaan pertama:
Agama, politik dan marketing sama-sama memberikan janji. Apabila diikuti, agama menjanjikan pahala, politik menjanjikan kekuasaan, marketing menjanjikan kesejahteraan atau kemudahan hidup, apapun produk yang ditawarkan (elektronik, properti, sampai MLM).
Kedua:
Ketiganya sama-sama berebut pengaruh. Agama berupaya mencari pengikut sebanyak-banyaknya, politik mencari pendukung sebanyak-banyaknya, Marketing mencari konsumen (atau downline) sebanyak-banyaknya.
Ketiga:
Agresif. Cara berebut pengaruh dilakukan secara ekspansif dan agresif. Agama dengan cara berdakwah, politik dengan cara membuka mimbar bebas atau forum di kampus, pemukiman bahkan tempat ibadah.
Ini biasanya terjadi di masa-masa jelang pemilu atau pilkada. Marketing dengan cara promosi di medsos atau bahkan memprospek targetnya secara langsung.
Keempat:
Agama, politik dan marketing punya ego sendiri-sendiri. Meski begitu, ketiganya punya kemiripan, yakni merasa lebih dari yang lainnya. Agama kami paling benar.
Paham dan ideologi kami paling benar. Cara marketing kami paling benar, sehingga paling cepat mendatangkan keuntungan.
Kelima:
Tiga-tiganya punya pendukung fanatik. Dan tidak jarang terjadi gesekan antara pendukung yang berbeda. Pendukung agama A bisa bergesekan dengan pendukung agama B.
Pendukung paham politik atau parpol A bisa bergesekan dengan pendukung paham politik atau parpol B. Begitu juga dengan marketing.
Pendukung produk A bisa bergesekan dengan pendukung produk B. Contoh yang terakhir, para pengguna Blackberry mungkin pernah mengalami gimana dibully ketika Android baru saja booming.
Terakhir:
Simbiosis mutualisme. ketiganya bisa saling berbagi manfaat. Agama bisa memanfaatkan politik, politik bisa memanfaatkan agama.
Agama bisa memanfaatkan marketing, marketing bisa memanfaatkan agama. Politik bisa memanfaatkan marketing, marketing juga bisa memanfaatkan politik.
Setidaknya itu pengamatan saya mengenai kesamaan antara agama, politik dan marketing. Ada yang punya pandangan sama dengan saya? Atau tidak. Atau mungkin malah ada yang bisa menambah deretan persamaan antara ketiganya? Monggo.

