Semesta Kata – Utang putang bisa jadi sudah ada sejak manusia ada. Setiap zaman dan setiap masa, ada saja orang-orang yang berutang dan memberikan utang.
Bentuk utangnya pun bermacam-macam. Mulai dari utang uang, utang budi, utang jasa bahkan sampai utang nyawa.
Punya utang tentu tidak enak. Punya piutang juga tak kalah enak. Terlebih kalau dua hal tersebut terkait dengan uang.
Kalau utang budi, mungkin orang bisa lupa. Utang jasa mungkin orang bisa merelakan. Utang nyawa, zaman sekarang mungkin sudah tidak ada, Tapi utang uang, orang bisa ingat sampai mati.
Saya pernah melihat salah satu video di medsos yang membahas soal utang uang. Saya lupa apa nama akunnya.
Tapi dalam video itu disebutkan, jika kita bersedia meminjamkan uang pada seseorang, maka kita harus siap menerima beberapa risiko.
Pertama kehilangan uang. Ini artinya kita harus siap uang kita tidak kembali, bisa jadi orang yang kita pinjamkan yang pergi menghilang entah kemana untuk menghindari tagihan.
Karena itulah kita akan berhadapan dengan risiko kedua, yakni kehilangan teman atau saudara. Risiko ketiga, kita akan mendapatkan musuh.
Ketika berutang, sifat dan sikap teman atau saudara berubah drastis. Dia bisa tiba-tiba menjauh, menghilang dan bisa juga berubah perangainya menjadi cuek.
Yang lebih sial, saudara atau teman yang kita pinjamkan uang akan menjadi galak ketika kita tagih utangnya.
Padahal ketika mau pinjam uang, tutur kata dan perangainya sangat santun, melebihi malaikat. Tapi setelah itu semuanya berbalik 180 derajat.
Karena itulah ada yang bilang, utang adalah pemutus tali silaturahim yang paling ampuh. Utang bisa membuat saudara jadi jauh dan teman jadi musuh.
Risiko lainnya yang dihadapi orang yang meminjamkan uang adalah omongan yang tak enak jika kita memutuskan untuk tidak memberikan uang pada orang yang meminjam.
Kita bisa dibusukkan di belakang, dirusak nama baiknya bahkan sampai difitnah yang tidak-tidak.
Seharusnya itu tidak terjadi kalau saja orang yang hendak meminjam tidak tercapai maksud dan tujuannya.
Orang yang hendak berutang barusnya siap menghadapi kemungkinan terburuk dari niatnya, yakni tidak mendapatkan uang yang akan dipinjam.
Ah, urusan utang piutang memang bikin pusing! Mungkin ada kalanya kita harus egois dan mengabaikan semua orang yang mau pinjam uang pada kita.
Bukannya bermaksud untuk pelit, tapi untuk menghindari konflik dan tentunya untuk mendapatkan hidup yang lebih tenang di kemudian hari.


